Chocolate Bars
Rss Feed
    Tampilkan postingan dengan label REKOMENDASI /. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label REKOMENDASI /. Tampilkan semua postingan
  1. Cara Membuat Permen Cokelat

    Senin, 31 Oktober 2011

    Bagi Anda yang ingin melakukan bisnis kecil-kecilan atau teman-teman yang masih bersekolah dan ingin menambah uang jajan, mungkin bisa mencoba apa yang pernah dilakukan oleh adik saya ini. Sekedar berbagi pengalaman, dulu semasa SD kelas 5, adik saya yang bernama Raras pernah iseng-iseng mencoba membuat permen cokelat untuk dikonsumsi sendiri, ternyata rasanya lumayan enak. Lalu muncullah ide untuk menjual hasil buatan permen cokelatnya untuk dijual ke teman-teman sekolahnya, yaa dulu dia memberi harga 500 rupiah untuk per-batangnya. Dan ternyata hasilnya cukup memuaskan, cokelat buatan pertama adik saya habis terjual. Mari ikuti langkah-langkah berikut ini:


    Bahan :
    ·    Cokelat blok yang dark dan white
    ·  Pewarna cokelat, khusus untuk permen, bahan dasarnya
       minyak
    ·   kacang mete, selai, krim, dan lain-lain untuk isian praline.

    Alat :
    ·      cetakan khusus untuk permen cokelat
    ·      plastik segi tiga
    ·      stik lolipop dan kemasannya,
    ·      es batu dan wadah, untuk ditaruh di bawah cetakan  
       sehingga cokelat cepat beku

    Cara membuatnya :
    1. Potong cokelat blok, kemudian masukkan ke dalam wadah tahan panas atau ke dalam plastik segitiga (mengetim atau mencairkan cokelat), masukkan ke microwave (tanpa menggunakan microwave juga dapat dilakukan atau lihat cara mengetim cokelat), panaskan selama 1,5 menit.

    2.Bisa diberi warna atau langsung dicetak. Dalam pemberian warna sebaiknya beri warna 1 tetes dulu kemudian aduk rata, kalau warnanya masih kurang baru tambahkan lagi.
    3.Pindahkan cokelat yang sudah diberi warna ke kantong segi 3, Siapkan juga wadah yang bisa menampung es batu. nantinya cetakan cokelat ini diletakkan di atas wadah es batu, seperti ini:



    4.Kalau cokelatnya terdiri dari beberapa warna, sebaiknya tunggu warna pertama mengeras baru kemudian ditambahkan warna lain. Supaya cokelat cepat mengeras, penggunaan es batu dengan wadah di bawah cetakan cokelat, akan mempercepat proses pengeringan, seperti dalam gambar :

    5.Tuangkan cokelat warna ke dalam cetakan. Untuk membuat lollipop harus menggunakan tangkainya. Misalnya membuat lollipop bunga dengan motif kuning dan pink. Pertama warna kuning ditaruh dalam cetakan tunggu hingga keras (dengan adanya es batu dibawah cetakan cokelat waktu menunggu cokelat keras lebih cepat) kemudian baru dituang dengan warna lain, kemudian selipkan stik atau batang lolipop. Hati-hati juga dengan stik karena kadang suka terangkat. Untuk menahan stik supaya tetap pada tempatnya diperlukan mangkok-mangkok atau benda lainnya yang diletakkan di tepi cetakan. Usahakan stik lolipop tetap melekat erat sampai cokelat cukup keras untuk dipindah ke kulkas atau lemari es.

    6.Setelah stik kuat tertanam pada cokelat, pindahkan cetakan cokelat beserta isinya ke lemari pendingin (kulkas) biarkan selama 10-15 menit. Keluarkan cokelat dengan hati-hati dari cetakan.

    7.Kalau ingin membuat praline caranya adalah dengan menuangkan cokelat cair kurang lebih 1/2 cetakan, kemudian sapukan dengan kuas ke sekeliling cetakan, tunggu sampai cokelat mengeras. Setelah cokelat keras tambahkan isi. Isi bisa berupa selai/jam, kacang, buah, keju, krim dan lain-lain. Kemudian terakhir tutup dengan cokelat cair lagi, hingga penuh. Biarkan dingin setelah dingin disimpan di dalam lemari pendingin.




    Cukup mudah kan? Ayo, praktekkan sekarang! Siapa tau ini bisa dijadikan bisnis untuk Anda. Selamat mencoba....
    READ MORE - Cara Membuat Permen Cokelat

  2. arti cokelat

    Sabtu, 08 Oktober 2011


    1900 SM - Asal-Usul 
    Asal usul cokelat pertama kalinya ditemukan hampir 4000 tahun yang lalu di Mesoamerika, lokasi tepatnya di Amerika tidak diketahui, tetapi dari bukti-bukti arkeologi yang ditemukan pada keramik dengan residu dari minuman kakao di situs arkeologi peradaban Mokaya dan Olmec di sepanjang sungai Orinoco.
    1000 SM - Nama Awal Pohon Kakao
    'Kakawa' kata yang digunakan oleh suku Olmec, suku yang berasal dari teluk Meksiko yang membangun peradaban besar pertama Mesoamerika. Sepertinya pada waktu itu bangsa Olmec sudah membudidayakan pohon kakao.
    100 M - Kata “Kakao” 
    Suku Maya  mengadopsi kata “Kakao” dari suku Olmec. Terlihat bahwa suku Maya juga membudidayakan pohon kakao. Pohon Kakao diambil dari hutan hujan dan ditanamnya di halaman rumah mereka dan biji kakao dihaluskan menjadi pasta. Ketika dicampur dengan air, cabai, tepung jagung, dan bahan lainnya, pasta ini dibuat minuman coklat pedas berbusa.
    600 M - Cokelat Sebagai Simbol Status 
    Pada periode ini, bejana keramik yang digunakan untuk mengkonsumsi minuman cokelat di temukan dalam makam bangsawan dari suku Maya, bukti kuat bahwa mengkonsumsi cokelat adalah simbol status penting.
    1000 M - Nilai Kakao 
    Orang – orang dari Amerika Tengah menggunakan biji kakao sebagai alat pembayaran seperti terlihat pada relief bangsa Meksiko, keranjang berisi 8000 biji kakao yang menggambarkan angka 8000. Penguasaan terhadap daerah – daerah utama penghasil biji kakao menjadi tujuan utama dalam perang antar suku pada beberapa abad berikutnya.
    1200 – 1500 - Perang Cokelat 
    Dengan menundukkan suku Chimimeken dan Maya, suku Aztec memperkuat supremasi mereka di Meksiko. Kekaisaran Aztec mengambil alih daerah penghasil kakao terkaya di Mesoamerika, Chiapas modern (Mexico, Guatemala). Suku Aztec menyebut cokelat sebagai "xocalatl" yang berarti hangat atau cairan pahit.
    1502 - Eropa Menemukan Cokelat 
    Kontak pertama orang Eropa dengan biji kakao (pelayaran ke empat yang dilakukan oleh Christopher Columbus) namun nilainya belum disadari.
     
    1528 - Penaklukan Spanyol Atas Cokelat 
    Penaklukan Spanyol atas Aztec, Hernando Cortez terkejut mengetahui bahwa Suku Aztec menggunakan biji kakao sebagai alat pembayaran. Hernando membuka perkebunan untuk menumbuhkan “uang” yang ditukar dengan emas dari suku Aztec. Kemudian Spanyol memiliki monopoli utama dalam perdagangan cokelat selama hampir satu abad.
    1544 - Maya Pergi ke Spanyol 
    Delegasi Kekchi (penduduk asli) Maya dari Guatemala mengunjungi Spanyol dan bertemu Pangeran Philip. Di antara hadiah yang diberikan adalah tempat minuman cokelat Maya, merupakan catatan pertama kemunculan kakao di dunia . Orang Spanyol mulai menambahkan gula tebu dan perasa seperti vanili untuk minuman kakao manis mereka.
    1560 - Kakao di Asia 
    Pertama kalinya kakao dikenalkan di Asia, pohon kakao dibawa ke pulau Sulawesi Indonesia dari Caracas, Venezuala.
    1657 - Tempat Pertemuan Kalangan Atas 
    Rumah cokelat pertama dibuka di London. Tingginya harga kakao membatasi akses hanya untuk kalangan yang paling kaya. Tapi setelah harga turun, usaha jenis ini berkembang pesat dan bahkan menggantikan kafe, tempat minum teh dan pub.
    1671 - Asal dari "praline" 
    Koki  untuk Duke Plessis-Praslin tidak sengaja menumpahkan  gula mendidih yang meleleh pada  bubuk almond. Lahirlah Praline: campuran almond atau  kacang kupas, yang  dilapisi karamel dan dihaluskan bersama. Beberapa abad kemudian ahli cokelat Belgia mengembangkan resep ini dengan menempatkan adonan ini ke dalam lapisan cokelat.
    1674 - Masakan Cokelat 
    Pertama Cokelat saat itu masih hanya diminum di seluruh Eropa, ahli kue Inggris punya ide untuk menambahkan kakao didalam campuran kue mereka. Cokelat dimakan untuk pertama kalinya.
    1697 - Dari Brusselske Zurich 
    Belgia kemudian menjadi pusat cokelat terkenal. Di Grand-Place, Brussels Walikota Zurich menemukan cokelat dan memutuskan untuk memperkenalkannya ke Swiss. Sebuah inisiatif yang berakibat kelezatan…
    1712 - Cokelat Kembali ke Amerika 
    Pada pergantian abad ke-18, cokelat kembali ke Amerika Utara. Dalam sedikit lebih dari satu dekade, kita melihat berkembangnya periklanan di Boston untuk coklat yang diimpor dari Eropa.
    1778 - Produksi Kakao di Indonesia Dimulai 
    Belanda membawa kakao dari Filipina ke Jakarta dan Sumatera, dimana mereka membangun fasilitas propagasi yang kemudian membawanya ke produksi utama di Hindia Belanda timur (sekarang Indonesia dan Malaysia).
    1828 - Terciptaanya Kakao 
    Revolusi industri memekanisasi pembuatan cokelat dan membawa harga cokelat dalam jangkauan publik. Conrad Van Houten, seorang ahli kimia Belanda, belajar untuk menekan lemak kakao keluar dari biji cokelat yang dihaluskan (chocolate liquor) . Hal ini memungkinkan produksi bubuk kakao.
    1848 - Makan Cokelat 
    Pengenalan cokelat bubuk membuat minuman cokelat lebih mudah dan juga kemudian memungkinkan untuk mengkombinasikan cokelat dengan gula dan kemudian mencampurnya kembali  dengan mentega kakao untuk membuatnya padat. Lainnya mulai membangun kesuksesan seperti Van Houten, bereksperimen untuk membuat produk cokelat baru.
    1850 – 1860 - Musuh Tanaman Kakao 
    Hama penggerek buah kakao (Borer), ngengat yang lavanya menyerang buah kakao, muncul di kepulauan Indonesia. Merusak perkebunan kakao yang berkembang. Mendorong pemindahkan kebun kakao ke daerah hutan yang masih aman. Hama penggerek “Borer” masih menjadi serangga yang paling ditakuti bagi tanaman kakao.
    1875 - Cokelat Susu Batangan 
    Pertama Daniel Peter dan Henri Nestle mencampurkan cokelat dan susu bubuk dan menciptakan cokelat susu batangan untuk pertama kalinya. Ini langsung menjadi kesuksesan komersial.
    1879 - Proses “Conching” 
    Cokelat Rodolphe Lindt memproduksi cokelat yang mencair di lidah. Dia mengembangkan proses “conching” sehingga cokelat yang dihasilkan memiliki tekstur yang lebih halus. Pada tahun yang sama kakao berhasil diperkenalkan di benua Afrika yaitu daerah Gold Coast, yang sekarang dikenal dengan Ghana.
    1912- Kreasi Cokelat 
    Jean Neuhaus menemukan kulit cokelat yang bisa diisi dengan krem atau selai kacang. Lahirlah cokelat pralin Belgia. Sejak awal cokelat digunakan sebagai hadiah di Belgia. Tidak heran bahwa cokelat pralin menjadi salah satu hadiah yang paling populer di Belgia.

    Baca selanjutnya ya..kita akan mengetahui jenis-jenis coklat…tunggu posting-an saya berikutnya ya. Saya tunggu komentar dan saran dari rekan-rekan yang membaca blog saya.
    READ MORE - arti cokelat

Foto Saya
Alin Novita Herningtyas
Saya mahasiswi jurusan HUMAS di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi INTERSTUDI Jakarta Selatan.
Lihat profil lengkapku